Laman

Rabu, 29 Juli 2015

Surat untuk si bungsu..

Teruntuk adikku, si bungsu kesayangan keluarga..

Adik mbak tersayang..
Tak terasa 12 tahun lamanya mbak dianugrahi adik sholihah, pintar, cantik lagi.. Kini kau sudah besar sayang, saat nya kau mendapatkan pengalaman baru, pelajaran baru juga teman baru..

Iya, Rabu 29 Juli 2015 ini bapak ngantar adek ke asrama Pesantren Pabelan di Magelang, adik memang anak yang tegar dan ceria, tak ada satupun butir air matanya yang menetes saat berangkat meninggalkan rumah sederhana kami di Wonosobo. Tekadnya sudah kuat untuk menimba ilmu menengah pertama di kota kelahiran Ibu.

Berbanding terbalik dengan mbak yang dulu nangiiiiissss terus pada posisi seperti adik saat ini. Mbak memang lebay. hihi
Saat itu mbak yang pemalu lebih banyak merenung, ngelamunin kelarga di rumah, g sehari dua hari, bahkan bertahun-tahun. Mbak memang cengeng. hihi
Tapi adek kan g lebay, adek kan g cengeng, karena adik permata hati keluarga yang berkilau. Di usianya yang masih belia saja adik sudah berhasil hafalkan 2 juz Al-qur'an. Di umur segitu mbak baru berhasil terbangkan layangan di tanah lapang belakang rumah dik, hihihi

Yak meskipun pada mulanya memang terasa berat menjalani hari-hari di asrama dengan rutinitas baru, teman baru, juga adaptasi lingkungan baru, tapi percayalah, Bapak Ibu hanya ingin kita semua menjadi yang terbaik, menjadi generasi islami dengan bekal agama yang cukup. Itu kenapa bapak ibu mempercayakan Pabelan sebagai rumah kedua kita dik, selain muatan agama, Pabelan juga menjunjung keilmuan umum sehingga pada penerapannya, keduanya akan seimbang.

Seperti kata mahfudzot (peribahasa arab): Man arooda dunya fa'alaihi bil'ilmi, wa man aroodal akhirota falaihi bil'ilmi, wan man aroodahuma fa'alaihi bil'ilmi. Barang siapa menginginkan dunia maka raihlah dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan akhirat maka raihlah dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka raihlah juga dengan ilmu.
The power of ilmu pokoknya dik..

Jadi, gunakan baik-baik kesempatan emas ini untuk meraih ilmu sebanyak-banyaknya ya, yang kerasan, yang ceria.. Masa ini akan sangat adek rindukan di masa mendatang, jangan sia-siakan..
"Sadar patuh disiplin itu mahkota kita" :)

By the way, yang pengen tau lebih dekat dengan Pesantren Pabelan, yuk sama-sama kesana, see you soon~

Read More..

Kamis, 25 Juni 2015

Semua indah pada masanya – Semua akan indah pada waktunya

Siang ini ngelamun liat hp touchscreen yang lebih tepatnya disebut hp pressscreen kali ya, karena buat njalanin ini hp, jari kudu nekan kuat-kuat baru ia “ngeh” sama perintah kita. Pokoknya super duper nyebelin, nyusahin, ngeribetin. Orang zaman sekarang mo dikasih beginian gratispun mikir, hihi..
Tapi dengan segala kekurangannya di masa serba canggih ini, jangan salah.. ia pernah jadi primadona di masanya, Okey, cluenya “Semua indah pada masanya”. Saat orang belum tau banyak soal fitur layar sentuh, hp ini hadir dengan inovasi baru, saat yg lain masih pake hp segede uleg-an batu, ia ada dengan pesona baru, keren? Keren laaah..
Begitupun saat ada lelucon yg bilang gini,
“Cewek zaman dulu sama cewek zaman sekarang cantikan mana?
Ya cewek zaman sekarang lah, cewek zaman dulu – sekarang udah pada tua”
Bener juga, G pada tau kan, gimana cantik dan anggunnya Queen Elizabeth yang sekarang udah sepuh. Bahkan diusianya yang sepuh Q. Elizabeth tetep punya kharisma yang menyiratkan kalo ia sosok wanita yang cantik, berwibawa, karena apa? Karena ia bernilai, ia punya sisi positif yang g semua orang punya. Gak lagi ngomongin tahta atau harta, tapi nilai guys ;) Kaya Ibu kita deh, mau gimana-gimana, sehat-sakit, muda-tua, kaya-miskin, cantik-kurang cantik, Ia tetep Ibu kita, kita akan tetap menyayanginya..
Yang kedua, “Semua akan indah pada waktunya”
Yang ini kayaknya rada susah ya, hanya sebagian orang yang bisa yakin sama masa depannya sendiri, itu kenapa ada optimis dan pesimis. Mungkin sekarang kita dirundung duka, tapi nanti, pelangi kebahagiaan datang hapus itu semua, selalu ada alasan di balik tiap kejadian. Percayalah :)
Nah, kebanyakan orang yang belum sampai pada waktunya untuk bahagia, buru-buru patah semangat, seakan tak pernah ada kebahagiaan yang akan datang, seakan tak kan pernah ada jalan untuk kembali pulang, jadi tolong, buang jauh-jauh anggapan itu semua.
Sekedar berbagi cerita, saya sendiri pernah terperangkap pada unfortunate area yang tingkat medan magnet untuk tetap bersedih sangatlah kuat. Iya, putus asa, down to the earth, padahal istilah “down to the earth” hanyalah bualan kepala saya belaka. Hingga saat dimana masa itu datang, and everythings just whooshh! Gone!
Serius, Semua akan indah pada waktunya itu benar, g cuma mitos, bukan dongeng tentang naga dan kesatria pemberani yang ada di buku-buku cerita. Well, ketakutan hanya di kepala kita, kenyataan jauh lebih indah guys, hanya persoalan waktu, gak lama, ditunggu saja.. :)
Selamat berpuasa :)
Read More..

Minggu, 19 April 2015

Hijab: Semakin tertutup semakin cantik


Setiap orang punya teman atau sahabat terdekat tempat berbagi cerita, berbagi canda bahkan berbagi cinta. Begitu pula saya.
Saya mempunyai teman terdekat yang kebetulan beragama Katholik, meski berbeda agama, hubungan kami cukup dekat, kami berusaha saling mengerti satu-sama lain. Meski demikian, kadang perdebatan kecil sering terjadi, salah satunya seperti ini:

Suatu siang saat matahari dengan segala kederwamanannya berbagi sinarnya pada manusia (baca: panasnya ampuun), saya nyeletuk pada teman baik saya itu,
Panas ya..” sambil mengibas-ngibaskan brosur yang saya ambil dari dalam tas, ke dalam jilbab saya.
Dia yang dasarnya kritis menyahut “Kalo panas dan menganggu ya dilepas aja jilbabnya, gitu aja kok repot?
Ya ngga bisa dong!” jawab saya. “Udah kewajiban saya, menutup aurat, week”.
Itu lho, kaya si anu..” Dia coba mengingatkan saya pada salah seorang teman. “Pake jilbab oke, ngga pake juga oke. Fleksibel gitu.

Saya yang dasarnya cengeng, balas menjawab pernyataannya dengan mata agak berkaca-kaca,
Berhijab itu bukan sekedar oke enggaknya kefleksibelitas yang kamu maksud tadi, tapi berhijab merupakan sebuah komitmen seorang muslimah untuk menaati syariat yang telah diajarkan. Jangankan karena panas dan gerah yang mengganggu kenyamanan, bahkan jika suatu saat saya dituntut untuk meninggalkan jilbab saya demi profesi dengan posisi atau jabatan yang lebih tinggi, saya dengan suka rela mempertahankan jilbab saya dan melepaskan profesi tersebut. By the way, hak si anu untuk berhijab atau tampil dengan rambut cantiknya yang terlihat. Saya sendiri sangat mengapresiasi si anu bahkan siapapun yang berhijab meski kadang mereka melepas jilbab mereka untuk kepentingan mereka. Setidaknya mereka punya niatan untuk menutup aurat mereka, khususnya bagian kepala yang tidak seharusnya non-muhrim mereka lihat.” Sahabat saya masih menanti kata-kata saya selanjutnya.
Nah, namun bagi saya pribadi, berhijab adalah bagian dari kewajiban saya yang tak bisa saya tinggalkan, yang tak bisa seorang pun goyahkan.ngerti? hehe..” Mood saya mulai mencair, mengajaknya bercanda.
Iya deh iya..” jawabnya dengan wajah menyesal.

Hastag the end :)


Read More..